09
Oct

1000 Anak Yatim Se-Jawa Timur Adakan Doa Bersama Untuk Papua Tercinta


SURABAYA – Pagi hari yang cerah menyelimuti Kota Surabaya, tampak wajah penuh semangat mewarnai anak-anak yatim dan ibu janda yatim saat itu . Ya…pada hari itu Forum Kerja Sama Panti Asuhan Islam (FKPAIS) Jawa Timur bekerja sama dengan Himmatun Ayat menyelenggarakan peringatan hari anak yatim 10 Muharram dalam bentuk doa yatim Jatim untuk Papua. Kegiatan ini dilakukan di jalan Pahlawan (depan Kantor Gubernur Jatim), Selasa (10/9).
Kegiatan ini juga sebagai pengingat bahwa anak yatim adalah salah satu alat pemersatu bangsa. “Jarang dilihat orang, bahwa anak yatim ini sebagai alat pemersatu juga. Karena panti-panti di Surabaya itu banyak yang mengasuh anak yatim dari Papua”, ujar Ketua Panitia dari FKPAIS Jatim Budi Hartoyo.
“Karena panti-panti di Surabaya itu banyak yang mengasuh anak yatim dari Papua. Yang di Sidoarjo juga banyak anak-anak yatim dari Papua. Bahkan kita sudah tidak memperhatikan itu suku, agama, rasa antar golongan”, tambah Budi. Menurut beliau dalam satu Kabupaten / Kota di Jawa Timur, terdapat 60 panti asuhan yang mengasuh ratusan anak yatim piatu dari Papua. Maka ini adalah wujud nyata menjaga persatuan antara pulau Jawa dengan bumi Cendrawasih.
“Acara ini kami adakan untuk untuk solidaritas Papua, kami melakukan doa bersama, salawat bersama, dan kami ingin ada wujud dari persatuan,” ujar Kholiq Hamid selaku Ketua FKPAIS Jawa Timur. Aksi yang diikuti sekitar 1000 anak yatim se-Jawa Timur yang berasal dari Ponorogo, Nganjuk, Lamongan hingga Jember ini banyak membawa poster berisi tulisan “Love Papua NKRI.”
“Banyak peserta membawa berbagai poster serta ikat kepala love Papua NKRI sebagai wujud kecintaan terhadap persatuan. Juga ada simbolis cinta Papua yang diserahkan pada anak yatim yang berasal dari anak Papua yang tinggal di Panti,” terang MA. Kholiq Hamid.
Kegiatan bertajuk Doa Yatim Jatim Untuk Papua ini, juga diwarnai pembagian hadiah dari kepolisian dan TNI serta pembacaan ikrar sumpah pemuda dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.
Selain doa bersama untuk kedamaian Papua, acara ini sekaligus untuk memperingati hari anak yatim yang diperingati tiap 10 Muharram Hijriah, meski belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Agenda yang dihadiri oleh pejabat Pemprov dan Polrestabes Surabaya ini menampilkan tampilan anak-anak yatim berupa kreativitas dan salawat. Tujuannya sebagai berikut:
1. Menumbuhkan semangat persatuan dan solidaritas.
2. Memupuk jiwa nasionalis dan semangat para pahlawan dalam mewujudkan keadilan sosial.
3. Mengurangi kesenjangan sosial masyarakat dan potensi konflik SARA.
4. Meningkatkan kepedulian sosial masyarakat terhadap warga kurang mampu dan anak-anak yatim/panti asuhan.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berakhir pada pukul 11.00 WIB, sebelum acara dibubarkan, seluruh peserta aksi diajak masuk ke Musium Tugu Pahlawan Surabaya. Tujuannya yakni sebagai penginggat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan Kemerdekaan Republik Indonesia. Selanjutnya setelah kunjungan ke Musium peserta ke tempat masing-masing dengan harapan semoga dengan diadakannya aksi tersebut para pemegang kekuasaan terutama pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendengarkan apresiasi para khodimul yatim dan anak-anak, serta mengangkat derajat anak-anak yatim. Karena sebaik-baiknya pemerintahan adalah ada anak-anak yatim yang dipelihara sesuai dengan aamanah pada Pasal 34 yang menyebutkan bahwa “ Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara “.
“Kita secara kultural, budaya masyarakat kita sudah sangat mengakui bahwa setiap 10 muharram itu banyak kegiatan peduli yatim. Tapi pemeritah belum, semoga kelak dikemudian hari 10 Muharram diakui sebagai Hari Anak Yatim Nasional dan nasib anak-anak yatim lebih diperhatikan oleh pemerintah,” imbuh Budi Hartoyo.