12
Sep

Ekspedisi Qurban Camp 2019


Surabaya- Subuh pagi yang cerah pada hari Selasa (13/08/2019) pukul 04.30 WIB, Team Qurban Camp Himmatun Ayat bersiap-siap untuk pemberangkatan menuju lokasi Ekspedisi Qurban Camp, dengan jumlah personil sebanyak 15 orang dengan mengunakan armada pick up dan 2 mini bus Tim berangkat dari Sekretariat pusat Surabaya menuju desa Larangan Perreng Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Pelaksanaan Ekspedisi Qurban Camp tahun ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, Masjid Al Abror dan Pondok Pesantren Mushola Al-Husna yang berada di Desa Larangan Perreng Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, pemilihan lokasi tersebut disepakati karena ada dari salah satu penggurus Himmatun Ayat yang berasal dari desa tersebut.
Desa Larangan Perreng atau yang biasa masyarakat sekitar sebut dengan panggilan Lan Perreng merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Desa ini merupakan desa dengan luas sekitar 614 Ha dan ketinggian tanah 65 m diatas permukaan laut. Lan Perreng termasuk desa dengan kondisi Topografi dataran tinggi, sehingga Lan Perreng sendiri memiliki pemandangan yang sangat bagus dengan adanya banyak bukit, tanjakan, dan sungai.
Jika melihat letak geografis desa ini, maka akan nampak bahwa desa ini lebih dekat dengan Kabupaten Pamekasan, daripada dengan Kabupaten Sumenep. Hal ini dikarenakan batas wilayah dari Desa Larangan Perreng sendiri berbatasan Kabupaten Pamekasan/ Desa Rombasan di sebelah barat, Desa Sentol Laok/ Desa Sentol Daya di sebelah timur, Sentol Laok di sebelah selatan dan Kecamatan Guluk-guluk di Utara.
Desa Larangan Perreng merupakan daerah pinggiran dimana jarak desa dengan Kecamatan Pragaan adalah 7 Km dengan lama tempuh perjalanan sekitar 20 menit. Sedangkan untuk jarak ke ibu kota kabupaten terdekat (Kabupaten Sumenep) sejauh 39 Km dengan lama tempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Untuk sampai di Desa Larangan Perreng bisa ditempuh melalui jalan dari Kabupaten Pamekasan jika berasal dari arah barat dan bisa ditempuh dari Kecamatan Bluto yang merupakan kecamatan terdekat dari Kecamatan Pragaan.
Desa Larangan Perreng ini memiliki 6 dusun, yaitu Dusun Tengginah yang terdapat di paling Selatan desa, Dusun Lembanah, Dusun Sumber Gentong, Dusun Taretah, dusun Moccol, dan yang paling Utara dan juga paling tinggi adalah Dusun Kerrem.
Kondisi Demografi
Jumlah penduduk yang tinggal di Desa Larangan Perreng ini berjumlah 4.390 jiwa, dengan 2,081 jiwa laki-laki dan 2.309 jiwa perempuan dengan 1.474 kepala keluarga. Dari data yang didapat, agama penduduk di desa ini adalah Islam, sehingga membuat desa ini menjadi religius. Ini dibuktikan dengan banyaknya masjid dan musholla yang ada. Terdapat 12 Masjid dan 24 Musholla yang dapat kita jumpai di desa ini.
Mata pencarian penduduk di desa ini mayoritas adalah petani musiman. Sekitar 2.026 penduduk bekerja sebagai petani. Selain itu jumlah terbesar selain bermata pencaharian sebagai petani adalah wiraswasta/pedagang sekitar 322 orang dan pekerja disektor pertukangan sekitar 29 orang. Selain pekerjaan diatas, sebanyak 5 orang sebagai pegawai negeri sipil, 17 orang pekerja swasta, dan buruh tani 26 orang.
Ada juga yang bekerja disektor perdagangan dengan membuka toko kelontong atau warung. 19 orang bekerja sebagai peternak yang merupakan penyangga sektor ekonomi penduduk. Namun banyaknya
pengangguran di Desa Larangan Perreng menyebabkan desa ini kurang begitu maju, karena ada sekitar 585 orang yang tidak bekerja. Untuk masalah penerangan di Desa Larangan Perreng ini sudah dialiri listrik oleh PLN untuk penduduk pada 1.250 kepala keluarga yang ada.
Pelaksanaan Penyembelihan
kesempatan silaturahmi tersebut juga dimanfaatkan oleh Tim Qurban Camp Himmatun Ayat untuk menyampaikan amanah donatur berupa 10 hewan kambing qurban sosial kepada masyarakat desa Larangan Perreng yang kurang mampu, “Alhamdulillah seluruh hewan qurban yang didonasikan oleh para donatur dan dermawan Himmatun Ayat telah tersalurkan kepada orang-orang berhak menerima termasuk anak-anak yatim dan fakir miskin hingga pelosok desa, semoga Allah membalasnya dengan rejeki yang melimpah dan berlipat ganda,” ungkap Wasis selaku koordinator Ekspedisi Qurban Camp 2019.
Setelah prosesi penyerahan hewan qurban dan penyembelihan hewan qurban di desa Larangan Perreng, tim Ekspedisi Qurban Camp melanjutkan perjalanan di Pulau Sembilan untuk melepas lelah dan penatnya agar keesokan setelah kembali beraktifitas lagi lebih refresh dan bersemangat dalam mengejar target serta lebih segar lagi dalam merencanakan program-program kegiatan yang bertujuan untuk mensejahterakan anak-anak yatim. “ Alhamdulillah terimakasih atas bantuan pendistribusian hewan qurban untuk warga desa Larangan Perreng ini, semoga amaliyah para donatur dan dermawan diterima oleh Allah SWT”, imbuh Kepala Desa Larangan Perreng.
(arfan)