18
Jun

Mulai Buka Lahan 5 Hektar Untuk Wakaf Yatim ASEAN

Sejak dilakasanakan serah terima lahan untuk wakaf yatim ASEAN di Jl. Riau Baru, Riau pada awal tahun 2018 kemarin, berbagai upaya untuk mengawal program dilakukan. Diantaranya pada bulan Pebruari 2018 telah dilakukan pertemuan dengan anggota pemerhati yatim negara-negara ASEAN. Pada bulan Mei 2018 juga telah dilakukan launching kantor sekretariat Jakarta, juga telah dilakukan pertemuan khusus dengan Bupati Kampar. Namun demikian berbagai kendala dilapangan juga terus terjadi diantaranya masih tertundanya pengurusan sertifikat. hingga saat ini yang dijadikan bukti adalah surat keterangan tanah dan serah terima dari notaris.
Dengan kondisi seperti ini Himmatun Ayat dan beberapa lembaga terkait terus berusaha mensupport dengan mengadakan aktifitas kegiatan penunjang agar program ini terus berjalan. Karena pada hakikatnya harta yang diamanahkan ke yatim ASEAN juga untuk kemaslahatan anak yatim yang lebih luas. Aktifitas yang dilakukan diantaranya dengan mulai mengadakan kegiatan santunan anak yatim rutin di sekretariat Pekanbaru sejak Pebruari 2019 kemarin. Untuk mengawali santunan dilakukan dengan mengundang anak yatim sekitar secretariat di Jl. Garudasakti KM 2 no 14 kelurahan Airputih, Kecamatan Tampan Riau. Selain itu juga mengundang anak yatim binaan panti asuhan sekitar diantaranya PA. Sofwah, PA. Arrohim dan PA. Alhidayah.
Selain kegiatan santunan anak yatim, di Pebruari 2019 kemarin juga diadakan rapat team yang dihadiri dari berbagai perwakilan. Dari Malaysia, dari Team Surabaya, Team Riau serta Pemda Kampar. Tampak Asisten Kabupaten Kampar, Bpk. Azwan bersama team BPN hadir dalam acara itu. Pembicaraan mengerucut kepada bagaimana kegiatan segera di mulai. Sempat tercetus gagasan jika ada rejeki segera mulai membangun pondasi setelah hari raya ini di lokasi tanah Jl. Garudasakti KM. 12.
Namun demikian dalam perkembangannya rencana itu berubah. Sehingga secara mendadak diadakan rapat kembali pada Selasa, 30 April 2019 kemarin di Pekanbaru. Dihadiri team Malaysia, Team Riau dan Surabaya serta perwakilan pemda Kampar. Rapat tersebut dihadiri 8 orang yaitu dari Malaysia Prof. Dr. Dato Tengku Mahmud bin Mansor dan Datin Zainon Jamil. Dari Pemda Kampar Dr. Arman (Kepala Bagian Ekonomi). Dari Riau H. Hasymi, Ahmad Chudori, Rosi dan dr. Ridho. Sedangkan dari Surabaya hadir H. Mochammad Kholiq dan Budi Hartoyo.
Dari berbagai masukan musyawarah tersebut menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut : 1. Mengurus penguasaan lahan di Jl. Riau Baru dengan langkah awal pembersihan lahan seluas 5 Hektar dan membuat Musholla Yatim Asean. 2. Secara bertahap mengurus legalitas sertifikat. 3. Membuat Master Plan di lahan Jl. Riau Baru secara menyeluruh. 4. Mulai pemasaran wakaf baik wakaf pembangunan Musholla, wakaf produktif maupun wakaf pembangunan. 5.Membentuk Team kerja di Riau dengan struktur H. Achmad Chudhori (ketua), Dr. Arman (wakil ketua), Rosi (Sekretaris), Faizal (Wakil sekretaris),dr. Ridho (Bendahara), Bpk. Azwan (wakil bendahara) serta team-team lain untuk dimasukkan dalam divisi sesuai kebutuhan.
Keesokan harinya (1 Mei 2019) team meninjau lapangan dan didapati situasi yag berbeda. Dua bulan sebelumnya yang lahan masih berupa belukar ,sebagian sudah dibersihkan. Hari itu juga team mengkoordinasi kegiatan teknis yang akan dilakukan diantaranya mencari persewaan eskavator untuk melanjutkan pembersihan lahan serta pembuatan baliho dan umbul-umbul untuk dipasang di lokasi tanah wakaf yatim ASEAN di Jl. Riau Baru. Hari Kamis (2 Mei) team sudah mulai pembagian tugas. Ada yang desain, belanja kayu dan peralatan serta ke percetakan. Hari Jum’at (3 Mei) team teknis sudah mulai terjun ke lokasi Jl. Riau Baru menggunakan pickup untuk mengangkut peralatan yang berjarak hampir 14 km dari secretariat Jl. Garudasakti .
Alhamdulillah dengan menggerakkan team muda kegiatan pemasangan baliho , papan nama dan umbul-umbul berjalan lancar. Cuaca yang sangat panas menjadi tantangan tersendiri team yang di pandu Budi, Rosi, Hani serta Bayu Cs. Keesokan harinya, Sabtu (4 Mei) eskavator mulai turun. Team eskavator ini di pandu Ujang dan Mulyadi agar dapat bekerja dengan optimal. Lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri bagi team eskavator. Belum lagi kondisi masyarakat yang beragam memerlukan pendampingan dan penjagaan khusus. Karena banyak pertanyaan yang harus dilayani tersendiri, terkait lahan hingga tentang Yawatim ASEAN. Selama 2 hari pengerjaan jalan kelar dan dilanjutkan ke pembersihan lahan. Senin, 6 Mei penjagaan selanjutnya diserahkan kepada Hendrik yang sekaligus mengawal untuk pendirian Musholla setelah pembersihan lahan 5 hektar tuntas.
Begitulah sekilas pengawalan aset harta anak yatim di Riau. Perlu pengorbanan tenaga , dana hingga dukungan doa-doa agar harta anak yatim ini dapat berkembang secara maksimal. Untuk itu partisipasi dari donator untuk mendukung program ini sangat diharapkan. Program ini bersifat jangka panjang yang diharapkan dapat mendirikan kompleks pendidikan terpadu yang berbasis wakaf produktif. Kita memimpikan suatu saat nanti anak yatim mempunyai lembaga pendidikan tinggi sendiri, perkebunan, rumah sakit hingga perhotelan dan sector ekonomi produktif lainnya.
Melihat program jangka panjang yang cukup besar itu tentu perlu modal yang tidak sedikit. Sebagai contoh untuk pekerjaan persiapan semisal membersihkan lahan saja setidaknya 10-15 juta per hektar, pembuatan Mushola, Pagar, Parit dll. Lebih-lebih pekerjaan utama pembuatan perkebunan, pembangunan gedung yang membutuhkan bermilya-milyar. Untuk berpartisispasi dalam program ini dapat melalui rekening Bank Syariah Mandiri no 710 720 1232 atau BRI no 5412 0103 1595 535 an. Yawatim Asean. Sekretariat dan informasi di Pekanbaru : Jl. Garudasakti KM.2 no 14. Tlp. 0822 8469 0000, Jakarta : Jl. Bacang No. 45 Rawasari Jakpus Tlp. 0857 2000 3839, Surabaya : Jl. Dukuhkupang XX/40 Tlp. 0813 3311 1772. Perkembangan program juga dapat diikuti melalui facebook Yawatim Asean. Mengingat untuk kemaslahatan yang lebih luas, kami juga siap kerjasama dan bermitra dengan lembaga lain agar tujuan bersama dapat tercapai.