TERORISME BUKAN DARI ISLAM

Oleh : Wafi Marzuqi Ammar, Lc.,M.Pd.I.,MA.,Ph.D Dosen Syariah Mahad Umar bin Khattab SBY

Dari Buraidah dari ayahnya, Rasulullah SAW bersabda:

((اغْزُوا بِاسْمِ اللَّهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَ لاَ تَغُلُّوا وَلاَ تَغْدِرُوا وَلاَ تَمْثُلُوا وَلاَ تَقْتُلُوا وَلِيدًا))

“Berperanglah dengan menyebut nama Allah. Perangi siapa pun yang menentang Allah. Berperanglah tapi jangan mencuri, jangan berkhianat, jangan memutilasi, dan jangan membunuh anak-anak.” (Sahih Muslim, no. 4619)

Pembaca majalah Bilyatimi yang dirahmati Allah…

Makalah ini ditulis ba’da isya’ pada hari Ahad, 13 Mei 2018, yang mana tadi pagi terjadi peristiwa bom bunuh diri pada tiga Gereja di Surabaya, yaitu GPPS Arjuno, GKI Diponegoro, dan Gereja Santa Maria. Pemboman ini dikatakan menghilangkan 9 nyawa dan membuat 40 orang luka-luka.

Kami selaku kaum muslimin sangat berduka cita terhadap para korban. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan ganti yang lebih baik, di samping sangat mengecam pelaku pemboman serta setiap tindakan teror. Semoga dalang di balik peristiwa tersebut segera diketemukan dan dibalasi Allah SWT dengan balasan yang seberat-beratnya.

Dalam Hadis di atas, padahal kondisinya adalah kondisi perang, Nabi SAW berpesan kepada kaum muslimin agar tidak membunuh kecuali prajurit-prajurit yang ikut berperang saja. Mereka tidak boleh membunuh anak kecil dan tidak boleh memutilasi jenazah.

Sementara dalam Mushannaf AbdurRazzaq, no. 9430 ada tambahan:

((وَلَا تَحْرِقُوْا كَنِيْسَةً وَلَا تَعْقِرُوْا نَخْلًا))

“Kalian jangan membakar gereja, dan jangan menebang pohon kurma.”

            Ini menunjukkan bahwa Islam sangat jauh dari tindakan terror. Jika dalam kondisi perang yang jihad menjadi wajib saja, kaum muslimin dilarang melakukan tindakan-tindakan buruk maka bagaimana kalau kondisinya damai, tentu tindakan-tindakan buruk itu jauh lebih diharamkan. Jadi sama sekali bukan dari Islam, jika ada orang mengebom gereja, baik dengan bom bunuh diri atau lainnya.

Pembaca sekalian yang dirahmati Allah…

Pesan ini sangat diperhatikan para sahabat, buktinya ketika Abu Bakr RA mengirim pasukan ke negeri Syam, ia keluar mengikuti Yazid bin Muawiyah. Kemudian Abu Bakr RA berkata padanya:

((إِنِّيْ أُوْصِيْكَ بِعَشْرٍ: لَا تَقْتُلَنَّ صَبِيًّا، وَلَا اِمْرَأَةً، وَلَا كَبِيْرًا هَرِمًا، وَلَا تَقْطَعَنَّ شَجَرًا مُثْمِرًا، وَلَا تُخَرِّبَنَّ عَامِرًا، وَلَا تَعْقِرَنَّ شَاةً وَلَا بَعِيْرًا إِلَّا الْمَأْكَلَةَ، وَلَا تَغْرِقَنَّ نَخْلًا وَلَا تَحْرِقَنَّهُ وَلَا تَغْلُلْ))

“Saya berpesan padamu dengan sepuluh perkara: Jangan membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua. Jangan menebang pohon berbuah. Jangan merusak sawah ladang. Jangan menyembelih kambing atau pun onta kecuali untuk dimakan. Jangan menenggelamkan pohon kurma atau membakarnya, dan jangan mencuri.” (Mushannaf ibnu Abi Syaibah, no. 33121)

Maka ketahuilah! Apa pun tindakan teror yang terjadi di muka bumi ini, pasti bukan orang Islam pelakunya. Karena ajaran Islam sangat mengharamkan terorisme. Jika memang pelakunya seorang muslim, sungguh Islam sangat berlepas diri daripadanya. Karena dia tidak mengamalkan ajaran Islam.

Jika ada orang mengaku Islam, kemudian melakukan mutilasi, membunuh orang sembarangan, membunuh orang yang sedang beribadah, baik di gereja atau tempat ibadah lainnya, atau melakukan pengeboman, maka jangan pernah menganggap bahwa Islam seperti itu.

Justru Islam sangat jauh dari hal tersebut. Atau kemungkinan, ada orang yang membenci Islam kemudian hendak merusak citra Islam dengan melakukan tindakan tersebut, agar Islam menjadi buruk pada mata dunia. Untuk yang kedua ini, memang sudah banyak sekali terjadi.

Bahkan Nabi SAW bersabda:

((مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا))

“Barangsiapa membunuh orang kafir muahad, tidak akan mencium bau Surga. Padahal bau Surga bisa tercium dari jarak empat puluh tahun.” (Sahih Al-Bukhari, no. 6914)

Beliau juga mengatakan:

((مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا فِي غَيْرِ كُنْهِهِ، حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ))

“Barangsiapa membunuh kafir muahad tanpa alasan yang benar, Allah mengharamkan Surga atasnya.” (Musnad Ahmad, no. 20377)

Muahad adalah orang kafir dari darul harbi yang datang ke negeri kaum muslimin karena mendapat jaminan keamanan dari pemerintah Muslim. (Ash-Shan’ani, At-Tanwir syarah Al-Jami’ Ash-Shagir, no. 8893)

Adapun orang kafir di sekeliling kita, selama mereka tidak memerangi kita, Allah SWT memerintahkan kita berbuat baik kepadanya. Allah berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ﴿٨﴾ إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴿﴾٩

“Allah tiada melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Mumtahanah: 8-9)

Mana ada teror dalam ajaran Islam?! Dan sejak kapan kaum muslimin menjadi teroris yang menganiaya pemeluk agama lain?!

Apakah pada perang Badar?! Justru pada perang Badar, penyebabnya karena kaum muslimin diusir dari negerinya, rumah dan harta bendanya dirampas orang kafir dengan begitu sadis. Apakah yang diperlakukan seperti ini tidak boleh membela diri?!

Atau pada perang Uhud?! Justru pada perang Uhud orang-orang kafir sudah masuk kota Madinah untuk menghabisi kaum muslimin. Maka kaum muslimin mau tidak mau harus melindungi kota Madinah.

Ataukah pada perang Khandaq?! Justru penyebab perang Khandaq karena kaum kuffar dan munafikin sudah bersatu untuk menghabisi kota Madinah beserta seluruh penghuninya. Jadi dalam hal ini kisahnya sama seperti perang Uhud.

Atau ketika kaum muslimin berperang menghadapi pasukan Tartar dan pasukan Salib?! Justru penyebab kedua perang ini karena orang-orang kafir hendak menghabisi akidah Islam, hendak menghalalkan tanah kelahiran, harta, dan kehormatan kaum muslimin.

Sejarah menjadi saksi bahwa kaum muslimin tidak pernah melakukan perang kecuali karena diserang terlebih dahulu. Dan mereka hanya melakukan pembelaan atas nyawa dan hak-hak mereka.

Bahkan jika ada satu ayat yang memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa bersiap-siap menghadapi perang, seperti ayat berikut:

“Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Anfal: 60)

Maka maksudnya tiada lain kecuali untuk menjaga keamanan dan keselamatan kaum muslimin. Agar orang-orang kafir yang dalam sejarah selalu mendahului menyerang, tidak berani menyerang kaum muslimin. Wallahu a’lam bish shawab.

 

 

 

Leave a Reply