CACAT FISIK BUKAN CACAT SEMANGAT

Oleh: Abdillah F Hasan, Pendidik pada Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Banyak orang di dunia ini yang lahir dengan kesempurnaan fisik yang luar biasa. Siapa yang tidak kenal dengan artis-artis top Hollywood? Siapa yang menyangsikan kerupawanan aktor-aktor Bollywood? Tetangga, saudara, teman, kolega bahkan masyarakat dunia memujinya dengan julukan si tampan atau si cantik.

Sayang, tidak semua orang yang tampan dan cantik tersebut memiliki jiwa mempesona. Betapa banyak orang yang sempurna fisiknya tapi jadi pemuas nafsu dan martir meraup keduniawian dengan menghalalkan segala cara?

Justu kesempurnaan fisik seringkali menjadi penyebab yang menunjukkan, bahwa sesungguhnya ia adalah orang yang cacat. Ya, cacat semangat dalam berbuat kebaikan tapi sempurna dalam berbuat keburukan. Menggebu-gebu untuk meraup keuntungan duniawi tapi malas meraih keuntungan akhirat. Banyak diantara kita yang memiliki fisik sempurna, tapi hati dan perbuatan tidak sesempurna fisiknya.

Sebagai orang yang sempurna secara fisik, seharusnya kita malu kepada orang yang memiliki kekurangan fisik jika kita tidak mampu menjadi pribadi yang bersemangat dalam berbuat kebaikan.

Syeikh Ammar Bugis adalah ulama kelahiran Amerika Serikat. Pria lumpuh berdarah Makassar yang lahir di Amerika Serikat, 22 Oktober 1986 ini sejak lahir sudah dalam keadaan cacat. Hanya mulut dan mata saja yang bisa digerakkan. Namun keadaan itu tidak pernah menghalanginya menuntut ilmu hingga kuliah dan mencapai predikat Professor.

Sejak usia 13 tahun, beliau sudah hafal Al-Quran 30 Juz, kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh pemuda masa kini. Beliau juga sebagai dosen di universitas yang ada di AS dan Dubai. Bahkan beliau telah menikah dengan memiliki anak. Beliau sering mengisi berbagai seminar motivasi dan menginspirasi banyak kalangan muslimin di berbagai penjuru dunia.

Bagi seorang muslim, dunia adalah ladang ujian dengan aneka bentuk melingkupinya. Salah satu ujian itu adalah berupa anugerah kesempurnaan atau ketidaksempurnaan fisik. Syeikh Amar Bugis mampu berprestasi dan menjadi teladan bagi umat, lalu bagaimana dengan kita yang sempurna? Dalam suatu kesempatan beliau memberi komentar,“Cacat yang sesungguhnya adalah orang yang cacat berpikir, cacat kemauan, cacat perjuangan dan sejenisnya…..”
Subhanallah.

Cacat yang sesungguhnya adalah orang yang cacat berpikir, cacat kemauan, cacat perjuangan dan sejenisnya…..”

Leave a Reply