Himmatun Ayat Antar Yatim Sampai Sarjana

Surabaya-Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., didampingi para Dekan, Minggu (4/3/2018) mewisuda lulusan UNAIR dari jenjang Vokasi (D-3) sampai Doktor (S-3). Ini merupakan pelaksanaan wisuda edisi Maret 2018, semua wisuda dilaksanakan di gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya. Setiap pelaksanaan wisuda di UNAIR senantiasa berlangsung khidmat dan meriah. Di bagian awal dilaksanakan proses yang bersifat sakral, pelantikan oleh Rektor, pengucapan janji wisudawan sebagai alumni UNAIR, serta pemberian ijasah. Dalam pemberian ijasah ini Rektor didampingi dekan masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih mengatakan, predikat sebagai mahasiswa adalah sangat membanggakan. Tetapi dengan keberadaan para lulusan UNAIR berada disini, maka harus siap untuk menanggalkan predikat yang membanggakan itu (sebagai mahasiswa). Untuk itu, selepas menanggalkan predikat sebagai mahasiswa itu, para alumni hendaknya segera memperoleh ganti predikat yang membanggakan pula, yakni pengabdian nyata di masyarakat. ”Dulu mahasiswa dikatakan sebagai agen perubahan, agent of change, hendaknya nanti juga tetap dipertahankan sebagai agen perubahan dan perkembangan di masyarakat.

Kalau dulu dengan gerakan pemikirannya, sekarang dengan pengabdiannya yang nyata,” kata Pak Rektor.

Dua paragraf diatas adalah gambaran prosesi kegiatan wisuda di Universitas Airlangga Surabaya, dan salah satu yatim binaan Yayasan Himmatun Ayat dari Ponpes YAI Metatu Benjeng Gresik merupakan peserta wisuda sarjana pada hari itu. Dia adalah Dodik Solehuddin, pemuda kelahiran Madura, 11 November 1993 tersebut memperoleh gelar Sarjana psikologi. Dodik menjadi yatim binaan Himmatun Ayat sejak tahun 2009 dan termotivasi untuk mewujudkan impiannya untuk menjadi pribadi yang sukses berkat support dan doa dari pengasuhnya saat di Ponpes YAI Hhimmatun Ayat yakni Abah Kholiq Hamid dan Umik Latifah. Saat ini anak ke 3 dari 4 saudara dari Alm. M. Amin dan Almh. Subaidah ini bekerja di bagian SDM (MMI) untuk wilayah sumenep dan pamekasan di salah satu perusahaan BUMN. “ Alhamdulillah mas, semua ini berkat Himmatun Ayat dan bantuan donasi dari para donatur dan dermawan sehingga anak yatim bisa kuliah dan meraih cita-citanya,” tutur Dodik.

Bergeser ke kota Malang, Sebanyak 800 wisudawan mengikuti prosesi Rapat Terbuka Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode pertama 2018, Sabtu (10/3/2018). Disaksikan oleh keluarga wisudawan, sebanyak 505 orang lulus dengan predikat cumlaude dan 290 orang lainnya sangat memuaskan. Di samping itu, ada 13 mahasiswa lainnya yang lulus dengan membawa hafalan 30 juz al Quran.

Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. bersyukur dengan pencapaian tersebut. Bukan hanya mayoritas meraih cumlaude, tetapi juga jumlah pendaftar untuk wisuda periode pertama ini melebihi yang diperkirakan. Namun, hal tersebut terkendala oleh batas kuota wisudawan untuk tiap penyelenggaraan wisuda. “Saya harap lebih banyak lagi yang bisa wisuda nanti,” harapnya. Tak lupa, rektor asal Lamongan tersebut berpesan agar alumni Kampus Ulul Albab dapat mengabdikan ilmunya untuk bangsa dan negara. Ia juga mendorong para sarjana untuk melanjutkan studi terlebih dahulu. “Lanjutkan S2 dulu di UIN Malang. Kalau perlu cari jodoh juga di UIN,” candanya.

Kali ini salah satu yatim binaan Himmatun Ayat Tanjunganom Nganjuk yang mengikuti prosesi wisuda di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dia adalah Ayati Marzuqoh, gadis kelahiran Nganjuk, 14 Oktober 1995 ini memperoleh gelar Sarjana Pendidikan setelah mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keehuruan (FTIK) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Ayati menjadi yatim binaan Himmatun Ayat Tanjung Anom Nganjuk sejak kelas 7 Madrasah Tsanawiyah.

Anak ke 4 dari 5 bersaudara dari Alm. Ali Shodiq dan ibu Hamiatun ini termotivasi untuk meraih cita-citanya karena ingin membanggakan ibunya serta kelak ingin membantu perekonomian ibu. “Saya selalu semangat dalam melakukan setiap aktifitas saya mas, serta menjunjung tinggi optimisme dan tak lupa iklas dalam mengerjakan pekerjaan apapun itu agar hidup lebih barokah,” ungkap Ayati semangat. Setelah wisuda nanti Ayati ingin kembali ke desanya di desa Sulur Kecamatan Tanjunganom Nganjuk untuk mengabdikan ilmunya dan memajukan pendidikan desa dengan menjadi guru di salah satu Madrasah Ibtidaiyah dan di Himmatun Ayat Tanjunganom di desa Sulur. Semoga yatim Himmatun Ayat yang berhasil menyelesaikan kuliah S1 selalu semangat dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Semangat HIJAU Himmatun Ayat Jayakan Umat.
(aldric)

Leave a Reply