Doa Yang Tak Terkabulkan

Oleh: Abdillah F Hasan, Pendidik pada Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. “(QS Al-Baqarah: 186)

Tuhan itu katanya Maha Pengabul Doa, tapi kenapa tidak pernah mendengar doa saya? Apakah pertanyaan semacam ini juga kita alami? Hampir setiap hari memanjatkan doa diiringi deraian air mata, tapi tetap nihil. Hidup seakan berjalan di tempat, tidak ada kemajuan yang berarti. Kegelisahan semacam ini sering membuat kita menyerah. Akhirnya malas berdoa dan menyesali nasib.

Allah tidak akan menyalahi janji untuk mengabulkan doa hambaNya. Rasulullah saw sampai mengatakan, ”Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia. Dia malu terhadap hambaNya jika dia mengangkat kedua tangan kepadaNya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Lalu apa yang menyebabkan doa tidak terkabul?

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang ahli Ibadah, melewati pasar yang ramai. Beliau lalu dikerumuni orang untuk meminta nasehat. Diantara mereka bertanya, “Wahai Guru, Allah telah berjanji bahwa Dia akan mengabulkan doa hambaNya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa doa kami tidak dikabulkan?” Tak lama kemudian Ibrahim bin menjawab,“ Ada sepuluh hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.

Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.

Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.

Ketiga, kalian mengakui bahwa Iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.

Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.

Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.

Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.

Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.

Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.

Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmatNya.

Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa.”

Jika doa kita masih belum terkabul, nasehat Ibrahim bin Adham di atas bisa menjadi perenungan, mungkinkah kita memiliki karakteristik seperti orang-orang di atas?

“Kalian mengenal Allah,  namun tidak menunaikan hak-hakNya”

 

Leave a Reply