04
Apr

Bahagiakan Orang Lain

Oleh: Hamdani, M.A  Dosen IAI (Institut Agama Islam) Ngawi, Ketua Himmatun Ayat Cabang Ngawi

Barang siapa memasukan suatu kegembiraan dan kebahagiaan ke dalam hati saudaranya sesama muslim di dunia, Allah akan menciptakan malaikat yang akan menolak mara bahaya bagi orang tersebut. Ketika hari kiamat datang, ia akan menjadi teman pengembira, hingga suatu yang menyedihkan dan menyusahkan hilang dari-nya. Ia pun berkata, ‘jangan takut’ orang tersebut berkata, ‘siapa kamu’ ia pun menjawab,’ aku adalah kegembiraan dan kesenangan yang telah engkau berikan kepada saudaramu di rumah dunia”.

Menyenangkan hati dan membahagiakan sesama muslim merupakan perbuatan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW, semisal memberikan santunan anak yatim, memberi hutang orang yang lagi susah, menjenguk orang yang sakit dan masih banyak lagi. Karena dengan perbuatan tersebut, seseorang yang awalnya mengalami kesusahan, negetif thingking biasa berubah menjadi bahagia dan mudah melakukan aktivitas positif.

Lain halnya bila perasaan seseorang yang dalam keadaan sedih dan susah, maka sulit untuk melakukan aktivitas yang positif dan sulit untuk berbuat baik. Ibnu Abbas dalam sebuah riwayat menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa memasukan suatu kegembiraan dan kebahagiaan ke dalam hati saudaranya sesama muslim di dunia, Allah akan menciptakan malaikat yang akan menolak mara bahaya bagi orang tersebut. Ketika hari kiamat datang, ia akan menjadi teman pengembira, hingga suatu yang menyedihkan dan menyusahkan hilang dari-nya. Ia pun berkata, ‘jangan takut’ orang tersebut berkata, ‘siapa kamu’ ia pun menjawab,’ aku adalah kegembiraan dan kesenangan yang telah engkau berikan kepada saudaramu di rumah dunia”.

Tidak diragukan lagi, bahwa menyenangkan hati dan membantu sesama muslim yang lagi kesusahan biasa mendatangkan nikmat yang luar biasa, karena Allah akan membalas-Nya didunia dan diakhirat. Hal ini biasa dilakukan dengan sikap sopan santun, berkata dengan baik dan ramah, serta membantu kebutuhan dengan tenaga atau harta yang kita miliki dan sebagainya. Melalui sikap seperti itu akan mendatangkan pintu kebaikan bagi kita, pintu rejeki dan pintu maaf dari Allah, bukan hanya bagi kita, tetapi juga bagi orang lain yang kita bantu, mereka biasa berbuat baik dan merubah prilaku yang awalnya negatif menjadi positif.

Semakin banyak kita berbuat baik dan membuat orang lain terhibur, maka semakin banyak pula manfaat yang kita peroleh. Semisal seorang direktur yang memperlakukan karyawannya dengan baik dan bahagia, maka sang karyawan semakin loyal dan berbaik hati dengan kita. Semakin banyak hadiah yang kita berian kepada pembeli, maka semakin banyak pula pelanggan yang kita dapat. Semakin besar perjuangan yang kita lakukan, maka semakin dekat dengan kesuksesan yang akan kita peroleh. Hal ini berlaku kepada siapa saja yang rajin dan suka membantu orang lain, maka kita akan mendapat kebaikannya.

Dari sahabat Abdullah bin umar, Rasulullah bersabda” Memasukkan kebahagiaan kedalam hati seorang muslim, lebih baik dari ibadah selama enam puluh tahun lamanya”
Oleh karena itu, kesenangan dan kebahagiaan yang kita peroleh setiap hari, merupakan akumulasi dan wujud dari sikap dan perbuatan kita itu sendiri, karena pada hakekatnya datangnya kebahagiaan itu dari Allah dan tempatnya dihati. Pada hari kiamat kelak, kebahagiaan itu datang dan membantu kita serta akan menggiring kita ke dalam kebahagiaan yang haqiqi yakni surganya Allah SWT.