Road To Wakaf Yatim (Surabaya-Jakarta-Palembang-Riau) Via Jalur Darat

Surabaya-malam hari yang cerah saat itu sebuah mobil 4WD (estrada ) telah terparkir di depan kantor sekretariat Pusat Himmatun Ayat di Dukuh Kupang 20 no. 40 Surabaya. Ya..pada malam itu (29/01/18) sebuah tim Ekspedisi Wakaf Yatim yang dipimpin oleh Wasis Setyono akan melaksanakan perjalanan darat dari Surabaya dengan tujuan akhir Riau, tujuan mereka hanya satu yakni mengawal dan mensukseskan proses wakaf tanah untuk yatim yang berlokasi di Riau seluas 100 hektar dan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemaslahatan anak-anak yatim. Tim Ekspedisi Wakaf Yatim kali ini terdiri oleh 6 orang pemuda tangguh yakni Halim, Makki, Nizzam, Kholik, Faris dan Wasis.

Pemberangkatan ekspedisi dimulai pada pukul 23.45 WIB dari Surabaya. Tujuan pertama mereka yakni Sekretariat Pusat Pembantu Jakarta yang berlokasi di Jl. Bacang No. 45 RT. 006 RW. 007 Kelurahan Rawasari Kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat. “Alhamdulilah perjalanan malam yang penuh tantangan dan seru, serta jika berangkat malam (dini hari) tidak terlalu banyak kendaraaan di jalan sehingga relatif lancar dan lebih cepat ke tujuan,” ungkap Wasis selaku ketua Ekspedisi.

Rombongan Ekspedisi Wakaf Yatim menuju Jakarta via jalur pantura pulau Jawa dan mereka masuk Jakarta pukul 14,00 WIB keesokan harinya ( 30/01/18 ), karena memasuki lajur yang salah saat akan masuk ke jalan tol di Jakarta akhirnya mereka harus putar balik dan mencari lajur yang benar dan sesuai dengan petunjuk aplikasi Google Maps di Samtrphone mereka. Akhirnya mereka sampai di sekretariat Himmatun Ayat Jakarta pukul 16.00 WIB dan disambut hangat oleh Pak Suyanto selaku Ketua Himmatun Ayat Jakarta serta dipersilahkan untuk beristirahat serta menginap pada malam harinya. “ Alhamdulilah meskipun sempat muter-muter karena tersesat di jalanan Ibu Kota Jakarta, akhirnya sampai juga di Himmatun Ayat Jakarta, sekarang istirahat dulu, perjalanan ke Riau akan kita lanjutkan besok,” ungkap Nizam salah satu peserta tim Ekspedisi.

Keesokan harinya pada hari Rabu ( 31/01/18 ) setelah shalat subuh berjamaah dan sarapan pagi seluruh tim berkumpul untuk briefing pagi persiapan melanjutkan perjalanan Jakarta menuju Riau. Kemudian perjalanan dilanjutkan pada pukul 07.00 WIB, di Jakarta ada tambahan satu armada lagi yakni Tim dari Jakarta yang dipimpin langsung oleh pak Suyanto. Dari Sekretariat Himmatun Ayat Jakarta, rombongan menuju pelabuhan Merak, Cilegon Kabupaten Banten untuk menyebrang selat Sunda. Tepat pukul 10.00 WIB rombongan sampai di pelabuhan Merak dan naik kapal feri untuk menuju pelabuhan Bakauheni Palembang. Perjalanan penyebrangan selat Sunda selama 2 jam dan sampai di pelabuhan Bakauheni Lampung tepat pukul 12.00 WIB. “Alhamdulillah akhirnya sudah sampai di Pulau Sumatra, ini merupakan pengalaman kali pertama saya menginjakkan kaki di tanah Sumatra,” imbuh Kholik salah satu peserta Tim Ekspedisi.

Selanjutnya dari pelabuhan Bakauheni Lampung rombongan langsung menuju Bandara Internasional Radin Inten II Lampung untuk misi penjemputan pak Budi Hartoyo selaku Ketua Yayasan Himmatun Ayat yang melakukan perjalanan udara via bandara Juanda Surabaya. Di Bandara Internasional Radin Inten II rombongan sempat terlantung-lantung selama beberapa jam karena pesawat yang mereka tunggu tak kunjung muncul, dan akhirnya pukul 20.00 WIB rombogan bertemu pak Budi kemudian melanjutkan perjalanan. Karena merasa fisik yang sudah sangat letih dan lelah perjalanan darat, rombongan memutuskan untuk beristirahat di Masjid Bayumi Wahab yang terletak di Indralaya, Ogan Ilir, Palembang, mereka bermalam di masjid tersebut hingga pagi hari.

Keesokaan harinya setelah shalat subuh berjamaah di masjid Bayumi Wahab Palembang rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sekretariat Himmatun Ayat Pekanbaru Riau yang terletak di Jl. Adi Sucipto Gg. Ikhlas no. 371 Sidomulyo Timur Marpoyan Damai Pekanbaru Riau. Rombongan sampai di sekretariat Himmatun Ayat di Pekanbaru Riau sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Setelah beristirahat sejenak rombongan melanjutkan agenda yakni kerja bakti bersama untuk proses pengurukan jalan menuju lahan wakaf yatim yang rusak berat karena lokasi yang jauh dari perkampungan warga dan karena sering dilewati oleh alat-alat berat dari perkebunan kelapa sawit kerja bakti kali ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari jum’at dan sabtu ( 02-03/02/18 ). Alhamdulillah pada hari pertama pengurukan jalan tim Himmatun Ayat memperoleh bantuan dari relawan warga sekitar yakni berupa bantuan proses pengurukan dengan alat berat (bego excavator), caranya alat tersebut membantu memindahkan pasir batu (sirtu) dari pick up ke jalanan yang perlu ditambal. Tujuan dilaksanakannya kerja bakti tersebut agar jalanan menuju lahan wakaf yatim tersebut mudah dilalui oleh rombongan Delegasi Forum Yatim ASEAN keesokan harinya.

Minggu pagi yang cerah, ( 04/02/18 ) seluruh tim mengawal delegasi Forum Yatim ASEAN menuju lahan wakaf yatim. Rencananya lahan wakaf seluas 100 hektar tersebut akan segera dibangun gedung universitas yatim ASEAN. Setelah melakukan survey lokasi wakaf keeokan harinya (05//02/18) para delegasi Forum Yatim ASEAN tersebut melaksanakan Musyawarah Forum Yatim ASEAN ke-VIII yang berlangsung di Hotel Pangeran Kota Pekanbaru. Setelah seluruh prosesi kegiatan Forum yatim ASEAN di Pekanbaru Riau usai maka usai pula tugas tim Ekspedisi Wakaf Yatim disana. Kemudian bertepatan pada hari Selasa, (06/02/18) seluruh peserta rombongan Ekspedisi Wakaf Yatim memutuskaan untuk bertolak kembali ke Surabaya. Tentunya mereka akan kembali melalui perjalanan darat yang melelahkan kembali mulai Riau-Palembang-Jakarta-Surabaya. Salam sukses….salam HIJAU (Himmatun Ayat Jayakan Umat).

Musyawarah Forum Yatim ASEAN ke-VIII di Pekanbaru Riau

PEKANBARU – Bertema “Kebajikan Anak Yatim Tanggung Jawab Bersama”, utusan lima negara anggota ASEAN mengikuti Majelis Mesyuarat Pengurus Forum Yatim ASEAN ke-VIII. Terdapat 20 utusan, yaitu 7 dari Indonesia, 5 dari Malaysia, 1 dari Singapura, 6dari Thailand, dan 1 dari Kamboja (Kampucea). Acara dibuka resmi oleh Gubernur Riau yang diwakili Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Riau, Tuan Muhammad Firdaus, S.E.,M.M, pukul 10.00 WIB, dhuha Senin, (05/02/18) di Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat, juga dari LAM Riau (Tuan Guru H. Drs. Syafruddin Saleh Sai Gergaji), YLPI Riau (Tuan Drs. H. Rustam Effendi, M.A), dan sejumlah undangan lainnya, acara didahului dengan pembacaan al-Qur’an, kemudian dari tari persembahan oleh Sanggar Aini, Pekanbaru. Meski jadwal terlambat satu jam dari rencana semula, hadirin tetap antusias memenuhi ruangan. Musyawaroh seusai pembukaan dan dilanjutkan seusai ishomas (istirahat sholat dan makan siang). Utusan dari Filipina batal datang ujar, Ketua Panitia, Ustadz H Muhammad Khudori, kepada Bilyatimi sebelum santap siang.

Forum Yatim ASEAN didirikan pada tahun 2010 (1431H) yang lalu. Anggotanya hingga sekarang meliputi: 1) Pertubuhan Kebajikan Anak Yatim Malaysia (PEYATIM), Pesantren Khusus Yatim al-Syafi’iyah Jakarta, 3) Anak Yatim Johor Aceh, 4) Himmatun Ayat Surabaya, 5) Forum Panti Asuhan Muhammadiyah/ Asyiyah (Forpama), 6) Panti Asuhan Taman Harapan Muhammadiyah Bandung, Jawa Barat, 7) Foundation of Genius Opphanage Pattani, Thailand Selatan, 8) Pusat Yayasan Imam Khatib Bilal Narathiwat, Thailand, 9) Pertubuhan Anak Yatim Tanyong Pattani, Thailand Selatan, 10) Badan Kebajikan Anak Yatim Tabai (Ayata), Thailand, 11) Ma’had Tarbiyah Islamiyah Song Khla, Thailand, 12) Pertubuhan Ya’la, Thailand, 13) Dar el-Ihsan Opphanage; 14) Jam’iyah, Singapura, 15) Cambodian Muslim Childrens Phnom Pen, Kamboja, 16) Pertubuhan Anak Yatim dan Miskin al-Nikmah Dar al-Khusus (Panyamin Dar), Kamboja, 17) Islamic Medical Ass of Cambodia (House of Emirates for Orphans), Phnom Pen, Kamboja, dan 18) Dar Amanah Childrens Village Foundaation Inc, Manilia, Filipina.

“Kepedulian terhadap para yatim, terutama di daerah konflik di serantau ASEAN menjadi tanggungjawab bersama,” ungkap Presiden Pengurus Forum Yatim ASEAN, YB Prof. Dato’ Dr. Haji Tengku Mahmud bin Mansor, pada sambutannya sebelum pembukaan musyawarah. Kepedulian itu tidak setakat kesejahteraan ekonomis atau finanasial, tetapi juga pendidikan para yatim. Memperhatikan pendidikan yang memadai bagi anak-anak yatim dan kaum duafa di Indonesia, Pertubuhan Kebijakan Anak Yatim Malaysia (Peyatim), dalam waktu dekat berencana akan membangun universitas di Kota Pekanbaru, Riau. Hal itu disampaikan Presiden Peyatim Asean, Dato’ DR Tengku Mahmud bin Mansor dalam sambutannya pada acara Majelis Musyawarah Pengurus Forum Yatim Asean, di Hotel Pangeran Pekanbaru.

“Kita sadari, anak yatim mengalami kesulitan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan untuk itu, kita berencana untuk mendirikan universitas bagi anak yatim dan juga anak-anak yang kurang mampu,” ucapnya. Dato’ menceritakan, pihaknya sempat mendapatkan lahan yang cukup luas di daerah Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Namun, karena adanya beberapa kendala administrasi, pembangunan kampus anak yatim di Surabaya batal dilakukan.

“Alhamdulillah, tak beberapa lama, kita mendapat informasi ada seorang Hamba Alah di Kota Pekanbaru yang bersedia mewakafkan tanahnya seluas 100 hektare untuk kita mendirikan kampus bagi anak-anak yatim dan kaum duafa untuk bisa melanjutkan pendidikan,” terangnya. “Hamba Allah itu bernama Hasim Majidi, seorang pensiunan pegawai negeri di Kantor Gubernur Riau yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak yatim dan kaum duafa,” lanjutnya.
Tanah seluas 100 hektare yang akan dibangun universitas untuk anak-anak yatim dan kaum duafa tersebut rencananya akan dibangun di Jalan Garuda Sakti, KM 12, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Dato’ memaparkan, kampus untuk anak yatim dari Peyatim Asean ini sudah dibangun di Malaysia dan saat ini berusia 22 tahun sejak didirikan pada tahun 1998 silam. Hingga saat ini, sudah melahirkan sekitar 7.000 lebih sarjana. “Universitas ini nantinya tidak hanya melahirkan generasi yang mahir pada bidang ilmu pengetahuan saja, namun juga mahir di bidang ilmu syariat agama. Jadi, sarjana ini tidak hanya mendapat ilmu dunia, namun juga akhirat,” tuturnya. (aldric)

Leave a Reply