Mendapat Kemudahan Dengan Menyantuni Anak Yatim

Ibu dengan 2 anak laki-lakinya ini bernama lengkap Susiana. Usianya menginjak 40 tahun dengan anak pertamanya yang kini mengampuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya, sedang anak keduanya di SMP Negeri 45 Surabaya. Suaminya bernama Syakur. Salah satu pegawai di bidang perkapalan Perak, Surabaya.
Ibu Susiana merupakan kepala biro travel umroh dan haji PT. Mulia Wisata Abadi Surabaya. Perjalanannya dalam menitihkan karir sangat menginspirasi banyak kalangan. Bagaimana tidak, Ibu Susiana yang dulu sempat diejek oleh temennya karena tidak bisa umroh kini hampir setiap tahun melaksanakan ibadah umroh.
Berawal dari karirnya sebagai pegawai bank di Surabaya, Ibu Susiana dikenalkan oleh temannya dengan Himmatun Ayat. “Buat apa dapet gaji lebih tapi tidak di shodaqoh kan, nanti ga berkah” ujar temannya. Setelah itu Ibu Susiana memikirkan kembali dan memang benar adanya. Selama Ini Ibu Susiana merasa belum lega atas hasil kerjanya. Mungkin salah satunya adalah kurangnya keberkahan atas capaiannya. Ibu Susiana mulai menyantuni anak yatim pada tahun 2003 setelah dikenalkan oleh temannya.
Perkataan temannya yang menyinggung tentang umrah membuat Ibu Susiana menghentikan karirnya di dunia perbankan. Ia lebih memilih belajar ke PT. Wisata Hati yang merupakan perusahaan travel Ust. Yusuf Mansyur. Di sini Ibu Susiana tidak diberi gaji pokok hanya diberi intensif atas capaiannya. Meski begitu, Ibu Susiana tetap semangat dalam bekerja dan menyantuni anak yatim. Ibu Susiana terbilang orang yang giat, ulet dan rajin dalam bekerja. Hingga pada suatu hari dalam kegiatan pameran Ibu Susiana mendapat panggilan oleh perusahaan travel PT. Mulia Wisata Abadi. Tidak tanggung-tanggung atas kegigihan dan kesabarannya Ibu Susiana ditempatkan sebagai kepala di perusahaan travel PT. Mulia Wisata Abadi.
Saat ini Ibu Susiana memiliki 3 karyawan untuk kantor travel dan 1 karyawan di kedai ice cup. Keduanya bertempat di Jl. Raya Simo Kalangan no. 136 Surabaya.
Sejauh ini masalah dan cobaan pasti dialami oleh setiap manusia. Begitupun oleh Ibu Susiana. Namun kemudahan dan pertolongan Allah selalu bersamanya setelah banyak menyantuni anak yatim. Semoga Himmatun Ayat sebagai lembaga pembina dan penyantun anak yatim terus lebih baik dengan menyuguhkan program-program unggulan untuk kemandirian anak yatim. (Ishaq)

Leave a Reply