Ucapkan Hasbunallah

Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.’ Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.
(QS. Ali Imran: 173)

Suatu hari seorang ibu rumah tangga hampir saja meregang nyawa. Untung saja aksinya diketahui tetangga sehingga nyawanya bisa tertolong. Setelah diselidiki, ternyata si ibu menderita tekanan batin karena tidak mampu membayar sekolah anaknya. Ia sudah mencari dana ke sana-kemari namun usahanya sia-sia. Karena merasa tidak ada lagi yang mampu menolong, ia nekat bunuh diri. Beruntung, nyawanya masih tertolong saat tetangganya tahu ia meneggak minuman beracun di depan rumahnya. Kisah seperti ini banyak kita temui dengan varian masalah yang berbeda-beda.

Jika ada yang bertanya, siapa yang memberi ujian kepada manusia? Tentu saja Allah. Siapa yang dapat menolong manusia atas ujian yang diberikan kepadanya? Allah juga. Manusia hanya berusaha tapi Allah penentu segalanya. Menyerahkan segalanya kepada Allah adalah jalan terbaik karena Allah tidak akan mengecewakan hamba yang berserah diri kepadaNya.

Memang Adakalanya ujian yang kita terima terasa berat. Seolah olah tidak ada jalan, ke sana tutup, ke sini buntu. Akhirnya kita putus asa. Fenomena ‘kebuntuan’ semacam ini pernah dialami oleh sahabat di zaman Rasulullah saw tatkala berjihad melawan kaum kafir dalam perang Kandaq.

Saat itu pasukan musyrikin Makkah mendatangi Madinah dan melakukan pengepungan selama tiga minggu dengan penyerangan ofensif. Tatkala terjadi pengepungan tersebut Rasulullah saw banyak membaca dzikir hasbalah, hasbunallah wani’mal wakiil, sehingga Allah memberinya kemenangan. Saat itu cuaca buruk membuat pasukan kafirin putus asa. Bahkan Abu Sufyan sebagai panglima pemimpin penyerangan memerintahkan untuk kembali ke kota Makkah meski dengan tangan hampa dan memendam kekecewaan.

Kisah ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an surah Ali Imran 173, Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

Rasulullah saw mengabarkan kepada kita bahwa kalimat ini mujarab untuk meraih pertolongan Allah. Sabdanya,ā€¯Barang siapa yang di waktu pagi dan petang mengucapkan, ‘Hasbiyallah laailaha illaahuwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul’arsyil’adhiim,’ (Cukup bagiku Allah (sebagai pelindung), Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia. Kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan Arsy yang Agung), niscaya Allah akan mencukupkan keinginanya di dunia dan akhirat.”(HR. Ibnu Sunni).

Manusia wajib berusaha tapi Allah tetap pengambil keputusan. Menyerahkan segalanya kepada Allah adalah jalan terbaik untuk meraih harapan yang kita inginkan. Membaca dzikir hasbalah bisa dilakukan kapan saja, utamanya setelah shalat lima waktu. Jika kita lakukan dengan penuh khuyuk dan keyakinan akan datangannya pertolongan Allah, pasti pertolonganNya akan menghampiri kita.

“Dengan dzikir Hasbiyallah laailaha illaahuwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul’arsyil’adhiim,’
Allah akan mencukupkan, di dunia dan akhirat”.

Leave a Reply