Potensial Kesuksesan dan Kebesaran Anak Manusia

Dalam dunia psikologi ada konsep teori dari Psikologi Humanistik yang menyakini bahwa setiap manusia mempunyai daya kemampuan pada dirinya untuk mereka kembangkan, dan keyakinan dari Psikologi Humanistik tersebut merupakan hasil dari penelitiannya terhadap orang-orang yang telah sukses dalam hidupnya, atau dalam istilah Psikologi Humanistik adalah orang yang telah mencapai aktualisasi diri. Dalam perspektif Psikologi Humanistik yang dicetuskan oleh Abraham Maslow pada tahun 1965 memberikan gambaran bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan untuk aktualisasi diri, dan itu digambarkan dalam konsep teori hiraki kebutuhan pada manusia, yang terdiri dari kebutuhan (1) Fisiologi (makan, minum, tempat tinggal, pakaian dll) (2) Rasa aman, (3) Afiliansi (kebutuhan untuk berhubungan dan menerima), (4) Harga diri (status dan kedudukan) dan (5) Aktualisasi diri (berprestasi atau mencapai potensi diri yang tinggi). Dari gambaran teori hiraki kebutuhan manusia tersebut, seolah-olah menunjukan perjalanan hidup manusia dalam dorongan pemenuhan kebutuhannya, dan psikologi Humanistik menyakini setiap manusia mempunyai dasar kemampuan untuk memenuhi dorongan kebutuhan tersebut.

Dalam sejarah manusia membuktikan bahwa setiap manusia dilahirkan mempunyai bawaan potensial dalam dirinya, keberadaan manusia dalam peradapannya pada setiap zamannya menunjukan daya kemampuan dan kreatifitasnya untuk menghasilkan suatu karya besar dalam banyak aspek bidang semisalkan keberadaannya Candi Borobudur, Tembok Cina, Piramid, Candi Prambanan, Tajmahal, menara Pizza dan lain sebagainya, yang merupakan bagian dari maha karya peninggalan sejarah manusia di Dunia.
Dari semua yang ada peninggalan masa lalu yang mengagumkan tersebut menunjukan orisinilitas kemampuan manusia karena pada masa itu, karena system pendidikan pada zaman itu tidak seperti halnya zaman sekarang, yang katanya system pendidikan sudah sangat maju, sitematis dan standarisasi, tetapi orang zaman dahulu tanpa adanya system pendidikan modern seperti halnya sekarang mereka bisa membangun peradapannya dengan kapasitas inteletual yang tidak kalah dengan orang zaman sekarang. Hal tersebut membuktikan bahwa pada dasarnya setiap manusia dilahirkan membawa potensial kemampuan pada dirinya, dan semua hal tersebut tergantung manusia itu sendiri dalam menggali dan mengembangkannya.
Dari gambaran tersebut menegaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai kemampuan dan semua kembali pada keyakinan manusianya, karena pada dasarnya kemampuan manusia tidak lepas dari keyakinannya dalam mempengarugi kepercayaan diri, harga diri dan konsep diri yang memberikan pengaruh dorongan untuk berprestasi.
Oleh karena itu dalam polah asuh yang menghebatkan, dalam memastikan bagi setiap anak kita menjadi orang-orang besar dan sukses, yaitu dengan memastikan mereka mempunyai keyakinan yang ideal pada pikiran besar dalam cita-cita anak yang kuat, sebagai rencana hidup, mereka anak-anak mempunyai Visi dan Misi dalam perjalanan hidupnya dengan tahapan pencapaian target-target kecil dalam menunjang target besar dalam rencana hidupnya, bagaikan anak tangga yang tersusun tahap demi tahap hingga mencapai puncak, sebagai kesuksesan dalam hidupnya. Hal tersebut merupakan bagian usaha kita sebagai orang tua untuk melandasi anak untuk lebih sukses kedepannya. Dan selebihnya orang tua menyakini bahwa setiap anak kita adalah anak yang pintar, hebat dan mempunyai masa depan yang besar dalam hidupnya.

Leave a Reply