Idola Remaja Muslim

Fahlo merupakan medsos yang membuat lebih dekat dengan publik figur. Hasil polling yang diadakan oleh Deteksi Jawa Pos yang terbit 10 Maret 2015 mengabarkan bahwa 52,8 persen responDet pernah menggunakan Fahlo. Keuntungan join Fahlo diantara jawabannya bisa tanya jawab langsung dengan artis sebanyak 16,1 persen.

Yudha Fahrezah suka ‘main’ Fahlo. Yudha ternyata nge-follow Bastille dan Fall Out Boy. Yudha sangat puas dengan melihat timeline mereka. ‘Aku biasanya Cuma mencari info soal lagu-lagu dan video terbaru mereka. Soalnya, Fahlo emang yang paling update,’ tutur siswa asal SMPN 26 Jakarta.

Idola menurut kamus bahasa Indonesia ialah orang, gambar, dan patung yang menjadi pujaan. Sedangkan dalam bahasa Inggris berasal dari idolatry dan idolize yang masih berkaitan dengan idol. Orang yang mengidolakannya sering disebut dengan Fans atau penggemar.

Ketika seorang remaja muslim menjadi fans fanatik musisi, banyak yang disadari maupun tidak telah mereka melakukan Pertama, ketika mempunyai musisi yang disukai, mereka langsung mencari segala sesuatu berkaitan dengan idolanya. Tak jarang mereka mengikuti cara berpakaian, dan tatanan rambut yang kadang tidak mencerminkan sebagai remaja muslim.

Kedua, ketika menonton konser musik bahkan sebagian dari mereka melupakan shalat lima waktu. Ketiga, saat musisi mengeluarkan lagu baru, maka sebagian remaja akan langsung mencari lagu tersebut lalu memutarnya berulang kali sampai hafal.

Rambu – Rambu Idola 

Oleh karena itu mempunyai idola boleh akan tetapi tak melupakan jati diri sebagai seorang muslim. Adapun pengaruh positif Pertama, Motivator kebaikan. Idola bisa menjadi motivator, baik menjadikan semangat dalam hal ibadah maupun prestasi. Kedua, Sumber inspirasi. Idola dapat dijadikan sumber inspirasi untuk menggugah potensi diri.

Sedangkan pengaruh negatif   Pertama,  Meniru  idola yang salah. Remaja cenderung mengikuti gaya Idolanya walaupun yang ia idolakan jauh dari nilai Islam. Misalnya meniru artis perempuan yang berpakaian mengumbar aurat.

Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang baik kemudian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala) dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun,” (HR Ibnu Majah).

Kedua, Memuja secara berlebihan. Mereka rela meninggalkan sholat demi hadir untuk menonton konser idolanya. Bahkan sampai menangis histeris hanya karena ingin berjabat tangan atau foto bareng. “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut”. (HR. Abu Daud).

Diantara yang patut menjadi idola Fatih Severagic. Seorang anak muda berdarah Bosnia, dia lahir di Jerman pada tahun 1995. Dia ikut hijrah ke Amerika saat masih usia 4 tahun. Pada usia 9 tahun Fatih ini mengikuti program khusus menghafal AL-Qur’an di Islamic Society of Baltimore dan menuntaskan hafalannya saat berusa 12 tahun. “Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur’an, dan dengan pula Allah akan merendahkan kaum yang lain” (HR. Muslim).

Idola Sesungguhnya

Sungguh pada diri Rasulullah SAW itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21).

Dari ayat di atas dijelaskan bahwa setiap orang dapat menemukan pada diri Nabi Muhammad SAW suatu keteladanan luhur yang akan mengantar mereka memperoleh rahmat Ilahi serta kebahagiaan ukhrawi.

Oleh karena itulah, metode pendidikan dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang sangat efektif dan bermanfaat. Imam Abu Hanifah pernah berkata: “Kisah-kisah (keteladanan) para ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai dari pada kebanyakan (masalah-masalah) fikih, karena kisah-kisah tersebut (berisi) adab dan tingkah laku mereka (untuk diteladani)”.

Tokoh remaja yang gemilang hasil didikan Nabi Muhammad SAW seperti Ali bin Abi Talib, Usamah bin Zaid, Tariq bin Ziyad, Abdullah bin Zubair, Fatimah binti Muhammad, Aisyah binti Abu Bakar, dan Asma binti Abu Bakar.

Seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang diidolakan, maka hendaknya yang menjadi idola kita adalah Rasul-Nya serta hamba yang shalih dan bertaqwa.

Wallahu ‘alam

Dikutip oleh M. Zafan Al Kadiri (Alumnus PonPes Al Matlab Kediri, Alumnus MTsN 2 Kediri, Alumnus MAN 3 Kediri) dari berbagai sumber. (Nafaz.print@gmail.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *